, , , ,

Geblek & Lompong Kuliner Khas Purworejo Yang Bikin Salah Kaprah

“Pak, ini nama makanannya apa??,” tanya temanku pada penduduk saat kami mengunjunginya.

“Geblek mas..mbak,” jawabnya.

“Apa ? Geblek?,” tanyaku.

Aneh memang saat aku mendengar nama makanan ini. Awalnya aku sempat salah menafsirkan menjadi konotasi yang negatif yang memiliki arti “bodoh”. Namun ternyata pengucapannya berbeda. “Geblek” dibaca sepergi “Gelora” bukan “Gepeng”. Unik bukan??  Indonesia memang memiliki banyak sekali kuliner khas di setiap daerahnya. Seperti di daerah Purworejo. Makanan khas ini baru sekali aku temui saat aku mengunjungi Curug Benowo, Purworejo dalam rangka FamTrip yang diadakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

, , , , ,

“Dia” Mengikutiku Sepanjang Pendakian di Semeru

Mendaki Gunung Semeru tepatnya menuju Ranu Kumbolo memang bukan hal mudah buat aku si pendaki amatiran. Awalnya aku pikir pendakian ini akan menyenangkan tapi ternyata beberapa kali aku harus menemukan hal yang mengerikan disana. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi favorit bagi para pendaki. Dan seperti yang aku khawatirkan sebelumnya ini memang tidak mudah. Perjalanan berawal ketika aku merasa pendakian ini tidak mendapat restuNya. Dimulai dari peserta yang tersisa 3 dari 7 orang hingga perjalanan yang diundur 1 hari.

Baca Selengkapnya

, ,

Langkah Pertama Mengintip Dunia Bawah Laut

Maret, 2016.

“Hey, siapa yang mau ke Deep & Extreme?,” tanya gw ke teman – teman jalan Koperbagasi & Freedive.

“Ayo! Kapan? Sabtu atau minggu okelah,” sahut beberapa teman.

“Oke, gw sabtu dan minggu dateng kok! Kita janjian di Senayan yah. Yang mau ditemenin cari alat atau dibantuin beli alat boleh. Gw ga mau upgrade apa – apa,” balasku.

“Yakin? Paling lo upgrade alat. Hahahaha!,” canda mereka.

“Enggak, yakin gue. Udah cukup. Gw mau liat – liat aja,

Baca Selengkapnya

, , , ,

Ranu, Isyaratmu Sempat Menguji Hatiku

Hai Ranu,

Apa kabarmu? cerita tentangmu ternyata harus tertunda beberapa saat. Kisahmu dan kisahku yang hanya sejenak ini terukir cukup dalam di hatiku.

Ingatkah kamu, Ranu? Saat aku memulai perbincangan dengan Indra. Dia mengajak aku untuk mengunjungimu. Kau adalah impianku. Impian yang sedari kecil hanya kulihat melalui buku, novel, film. Tapi tidak kali ini. Aku mendatangi kamu.

Indra, iya, dia mengajakku saat itu. Untuk menemani teman kita. Ugh! Kamu tau Ran, meski aku sudah mengikis ketakutanku terhadap pendakian. Tapi diajak oleh orang – orang yang belum tahu pendakian di masa lalu ku itu rasanya…. MENAKUTKAN! Sungguh! aku berkali – kali mengajak mereka (yang pernah mendampingiku) untuk menemani bahkan sampai beberapa hari sebelum keberangkatan. Namun, tak ada satupun yang bisa. Ada sih, satu, tapi tiba – tiba membatalkan keikutsertaannya saat mendekati keberangkatan.

Baca Selengkapnya

, , , ,

Gunung Papandayan, You Never Walk Alone

When you walk through a storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of the storm
There’s a golden sky
And the sweet silver song of a lark

Walk on through the wind
Walk on through the rain
Though your dreams be tossed and blown

Walk on walk on with hope in your heart
And you’ll never walk alone
You’ll never walk alone

When you walk through a storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of the storm
Is a golden sky
And the sweet silver song of the lark

Baca Selengkapnya